Universal Basic Income: Solusi Kesenjangan Sosial?


Bagaimana jika setiap orang di dunia ini mendapatkan gaji 1000$/bulan tanpa bekerja?

UBI (Universal Basic Income) adalah salah satu konsep yang sedang dipertimbangkan oleh negara2 makmur di dunia. Secara basic, UBI adalah konsep di mana setiap orang mendapatkan uang 1000$ (standart USA) per bulan tanpa bekerja untuk kebutuhan sehari hari seperti makan minum, tempat tinggal, pakaian, dsb.

Dengan adanya konsep UBI ini, diharapakan masalah kelaparan dan kekurangan di dunia dapat teratasi. UBI juga dapat mengatasi masalah kesenjangan sosial yang makin membesar karena kebijakan ekonomi yang ada selama ini hanya menguntungkan orang2 super kaya. Diharapkan konsep UBI ini dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dan meminimalisasi perang.

Akan tetapi, ada beberapa pertanyaan yang timbul bila UBI dilaksanakan:

  1.  Apakah UBI ini akan mengakibatkan banyak orang jadi pemabuk/pemakai obat2an terlarang, terutama orang – orang miskin?
    Pada tahun 2013, Bank Dunia (IMF) mengadakan survey yang menanyakan, “Apabila anda mendapatkan uang sebesar 1000$ per bulan tanpa bekerja, akan anda pakai untuk apa uang itu?”. Ternyata hasilnya cukup mengejutkan! Sebagian besar kaum menengah ke bawah menjawab mereka akan menggunakan uang tersebut untuk kehidupan sehari – hari, sementara kaum menengah ke atas menggunakan uang tsb untuk membeli obat-obatan terlarang / minuman keras. Dari sini kita bisa lihat bahwa stereotype “Orang miskin kalau dikasih uang dipakai mabuk2an” tidak benar.
  2. Apakah kita akan tetap bekerja? Karena selama ini, sebagian besar kita bekerja/berbisnis karena kita membutuhkan uang untuk hidup sehari – hari. Itupun masih banyak yang kekurangan.

    Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat kembali studi kasus dan percobaan yang dilakukan oleh negara Kanada pada tahun 70an. Pada tahun tersebut, mereka mencoba melakukan hal tersebut di daerah bernama Winnipeg dan Manitoba. Hasilnya, hanya 1% penduduk dari 2 daerah tersebut yang berhenti bekerja, itupun berhenti karena ingin fokus mengurus rumah tangga dan membesarkan anak2 mereka. Sebanyak 10% bekerja lebih sebentar dari biasanya. Lalu, bagaimana dengan 89% lainnya? Ternyata mereka tetap bekerja seperti biasanya. Jadi, kemalasan akibat adanya konsep UBI pun tidak sepenuhnya benar.

Lalu, apa tantangannya konsep UBI ini? Banyak. Keadaan politik, nilai pajak, serta kondisi sosial – ekonomi setiap negara yang berbeda – beda menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh konsep ini. Secara garis besar, biaya untuk konsep UBI ini terlaksana dapat diambil dari:

  • Pengurangan budget untuk APBN yang tdak penting.
  • Peningkatan pajak orang2 super kaya.
  • Pemotongan budget militer.
  • Memangkas biaya birokrasi

Untuk 4 hal itu dapat dipenuhi, tentunya dibutuhkan effort yang sangat besar untuk lobi politik dan pendidikan masyarakat. Inilah sebabnya konsep UBI ini sangat sulit untuk dilakukan, tapi sebenarnya amat mungkin dilakukan. Semoga apabila nanti konsep UBI ini terlaksana, dunia bisa menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali, dan gesekan2 SARA bisa semakin diminimalkan. Jujur saja, salah satu faktor yang mengakibatkan orang menjadi rasis adalah keadaan ekonomi yang sulti serta ketimpangan ekonomi besar yang mereka lihat.

Okee…. demikian lah sharing dari saya… Feel free to share tulisan ini ga usah minta2 ijin segala. Salam sejahtera untuk kita semua!

~Tulisan oleh: Daniel Sastraamidjaja~

Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=kl39KHS07Xc
https://en.wikipedia.org/wiki/Mincome

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s