Life Must Go On


Kejadian 11:27 Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor dan Haran, dan Haran memperanakkan Lot.
28 Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah HARAN di negeri kelahirannya, di Ur-Kasdim.

31 Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk PERGI ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke HARAN, dan menetap di sana.
32 Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di HARAN.

Sebenarnya asal muasal panggilan ke tanah Kanaan sudah dimulai oleh ayah Abram (sebelum diganti namanya oleh Tuhan menjadi Abraham) yang bernama Terah, sebelum Abram menerima panggilan itu. Namun Terah berhenti di Haran.

Haran, nama suatu kota yang sama dengan nama anaknya yang mati di negeri kelahirannya. Tidak dijelaskan kenapa Terah berhenti di kota yang sama dengan nama anaknya ini dengan detail, tapi mungkin saja dia sedih dan teringat akan masa-masa menyenangkan ketika dulu anaknya Haran masih hidup 😭

Terah memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanannya, tinggal dan semakin terpuruk dalam kesedihan memori masa lalunya. Mungkin dia menyesal sekali atas hal-hal yang tidak sempat dia lakukan ke Haran ataupun ada tindakan atau perkataan dia yang menyakiti hati anaknya ini sebelum Haran mati, hingga akhirnya Terah pun mati di usia 250 tahun (Kejadian 11:32).

Mungkin Terah menyanyikan lagu ini kalau waktu itu ni lagu uda hits :
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya 🎶

Mungkin juga cerita di kitab Kejadian mengenai Terah akan lebih dasyat (tidak hanya sebatas 9 ayat) seandainya dia tidak berhenti meratapi masa lalunya.

Terkadang saat hidup memberi hal yang ga seperti yang kita ingini, kita pun kecewa pada diri sendiri, orang lain bahkan Tuhan. Mungkin itu kegagalan di kuliah, gagal interview di perusahaan bonafit, kegagalan di dalam pekerjaan sebelumnya, kematian dari orang-orang yang kita sayangi (orang tua, saudara, anak, sahabat), terkena PHK, atau ribuan kondisi buruk lainnya di luar skenario ideal kita.

Banyak orang yang seringkali menyimpan begitu banyak emosi-emosi negatif pada kejadian atau figur tertentu sehingga hidupnya masih tertambat di masa lalu walau sebenarnya hal itu sudah jauh lama berlalu. Waktu terus berjalan dengan normal tetapi bagi orang-orang yang mengalami hal ini waktu seolah terhenti pada momen kejadian itu. Raganya ada di hari ini namun jiwanya masih tertambat pada kegagalan, dendam, rasa bersalah dan trauma masa lalu.

Faktanya kita ga akan pernah bisa merubah masa lalu yang buruk (maupun yang baik), tapi kita selalu bisa belajar dari kesalahan dan kebaikan di masa lalu, memperbaiki sikap hati, paradigma serta sikap hidup hari ini & memperoleh masa depan yang lebih baik bersama Tuhan.

Tidak peduli seberapa hancur masa lalu seseorang, sesungguhnya masa depannya tanpa cacat!

Masa depan kita ditentukan oleh sikap hati dan tindakan yang diambil hari ini. Jangan mau lagi tertambat di masa lalu yang tidak produktif karena setiap hari baru adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sukses adalah menjadi pribadi yang lebih baik hari ini dibandingkan dengan hari kemarin.

So stop menghakimi diri! Jia you, life must go on dude 😎 💪

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s