Kenali Potensi dengan Analisa Sidik Jari


Oleh: Fauzul Akmal (MAHIRA CONSULTING)

Dunia senantiasa diwarnai oleh orang-orang yang memiliki bakat dan karya luar biasa yang mengagumkan dan tercatat dalam sejarah. Namun, disisi wajah dunia yang lain, banyak sekali orang yang sebenarnya berpotensi luar biasa, tetapi tidak pernah berhasil mencapai potensinya. Orang-orang dengan bakat luar biasa tersebut dapat mencipta suatu karya yang dapat berguna bagi banyak orang, dengan mengoptimalkan potensi yang terdapat dalam dirinya secara maksimal. Sementara, sebagian besar orang-orang lainnya terbelenggu dalam suatu dunia yang terasa hampa, tanpa mengetahui kemana sebenarnya arah yang paling tepat untuk melangkah, apa potensi terbesar mereka, bagaimana mengoptimalkan kekuatan yang ada dalam diri mereka, dan karya-karya besar apa yang mungkin dapat mereka ciptakan. Apakah memang karena dilahirkan dengan kondisi yang berbeda? Atau adakah alasan lainnya?

Pada saat kelahiran, otak bayi terdiri dari 100 miliar neuron, kira-kira sebanyak bintang dalam galaksi Bima Sakti. Terdapat pula satu triliun sel glia (perekat). Sel glia membentuk semacam sarang yang melindungi dan memberi makan neuron. Jadi dapat disimpulkan bahwa, setiap bayi yang dilahirkan ke dunia ini memiliki potensi kecerdasan yang sama. Lalu, apa yang menyebabkan sebagian orang dapat mengoptimalkan potensi kecerdasannya? Sementara yang lain gagal?

Dalam konteks kepribadian, pengaruh potensi bawaan (nature) bersifat genetis, berkaitan dengan struktur DNA. Setiap anak terlahir dengan ragam kombinasi struktur DNA yang berbeda. Struktur genetis ini merupakan cetak biru (blue print) dari kekuatan dan kelemahan (baca: bakat) seseorang. Namun, bakat tidak dapat berkembang secara optimal tanpa adanya stimulasi dari luar/ lingkungan (nurture).

Untuk mengetahui potensi kepribadian dan kemampuan intelegensia seseorang, telah lama dimulai dengan ilmu psikologi, melalui metode psikometri (pengukuran secara psikologis), yaitu dengan alat tes semacam psikotes, personality test, aptitude test, dan lain-lain.

Pengukuran metode psikometri, akurat untuk mendapatkat informasi faktual atas kondisi kepribadian dan intelegensia seseorang. Namun belum tentu dapat menyibak potensi genetis atau faktor nature, yang mungkin telah bias karena pengaruh lingkungan saat dilakukan pengukuran.

Selain dengan metode psikometri, ada sebuah pengukuran lain, yaitu metode biometri (pengukuran secara biologis). Pengukuran biometri memandang bahwa struktur biologis mempengaruhi struktur psikologis. Pengukuran biometri lebih melihat kondisi genetis yang bersifat permanen dan masih berada dalam level potensi. Dalam biometri, potensi baru bisa menjadi aktual ketika sudah mewujud ke permukaan luar, ketika telah menjadi bentuk perilaku yang dapat dilihat. Adapun data yang umumnya digunakan untuk pengukuran biometri adalah sidik jari.

Mengapa pengukuran biometri menggunakan data yang diperoleh dari sidik jari? Sidik jari terbentuk pada saat janin di dalam kandungan usia 13 minggu hingga 24 minggu.. Pembentukan pola sidik jari ketika janin dalam kandungan tersebut berkaitan dengan pembentukan struktur otak. Pada tahun 1986, Dr. Rita Levi Montalcini dan Dr. Stanley Cohen melakukan penelitian tentang NGF (Nerve Growth Factor) dan EGF (Epidermal Growth Factor). Dari hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara garis-garis epidermal kulit dengan hormon sistem pertumbuhan syaraf (sistem syaraf pusat berhubungan dengan otak dan sumsum tulang belakang).

Tujuan dan manfaat analisa sidik jari:

  • Memberikan data referensi secara lengkap dan akurat atas kondisi potensi genetika seseorang.
  • Mengetahui potensi kekuatan bakat yang kuat dan bakat yang lemah, sehingga dapat memilih pendidikan dan karir masa depan secara lebih pasti.
  • Mengetahui peta stimulasi area fungsi otak, sehingga diketahui metode pembelajaran apa yang paling efektif.
  • Mengetahui kecenderungan kepribadian, sehingga dapat menentukan strategi manajemen komunikasi dan mengatasi konflik.

    Kelebihan analisa sidik jari:

  • Hanya perlu dilakukan satu kali seumur hidup, untuk mengetahui potensi genetik yang tidak akan pernah berubah.
  • Tingkat Akurasi tinggi
  • Untuk semua usia
  • Proses hanya memerlukan waktu 5 menit/orang untuk taking sample 10 jari dan telapak tangan di kedua belah tangan.
  • Dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
  • Tidak tergantung situasi, kondisi, mood, kesehatan, dan subyektifitas.
  • Investasi sekali seumur hidup.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s