Why Being Successful at Young Age Is Not Enough?


By: Meiwati – DTS Serpong

Setiap orang di dunia terutama kita sebagai anak muda pasti ingin mencapai yang namanya kesuksesan. Konsep kesuksesan bahkan telah ditanamkan ke alam bawah sadar kita dari keluarga dan dari institusi pendidikan tempat kita bersekolah. Oleh sebab itulah saat kita telah menyelesaikan bangku pendidikan, biasanya kita sebagai anak muda pasti mengejar kesuksesan dan setiap kita pastinya mau dong untuk sukses di usia muda (di bawah 35 tahun). Definisi sukses antara setiap orang pastinya berbeda-beda, tetapi pada umumnya sukses identik dengan memiliki bisnis, karir, atau penghasilan yang bagus (kekayaan).

Ternyata sahabat terdapat satu kebenaran lainnya tentang SUKSES. Sebagai anak muda kita perlu menyadari bahwa menjadi sukses saja tidaklah cukup. Tuhan tidak memanggil kita sebagai anak muda untuk menjadi sukses saja tetapi Tuhan memanggil kita untuk menjadi sukses dan signifikan (Success & Significance). Kesuksesan adalah sesuatu yang Tuhan pasti berikan kepada kita sebagai anakNya tetapi kesuksesan kita perlu disertai dengan menjadi signifikan. Signifikan yang dimaksud di sini adalah apa yang kita lakukan haruslah sesuatu yang berarti atau memberi dampak bukan hanya bagi diri kita tetapi bagi orang lain.

Pict 2

Untuk memudahkan sahabat mengingat hal ini, saya menyingkat Success & Significance menjadi huruf double S (SS) atau angka double 5 (55). Konsep Success & Significance, dapat diilustrasikan dengan ilustrasi seorang pendaki gunung. Seorang pendaki gunung yang berhasil adalah seorang yang bukan saja berhasil mencapai puncak gunung (success) tapi juga adalah seorang yang berhasil sampai ke base camp lagi dengan selamat (significance). Ketika seorang pendaki gunung hanya berhasil mencapai puncak gunung tapi tidak berhasil sampai ke base camp kembali maka kesuksesan yang berhasil dicapainya tidaklah menjadi hal yang penting.

Sahabat kita tidak perlu menunggu sampai kita menjadi sukses baru memikirkan signifikansi apa yang ingin kita lakukan tetapi sekaranglah waktunya untuk kita merencanakan signifikansi apa yang ingin kita berikan dalam pekerjaan kita, dalam bisnis, dalam pelayanan, atau dalam hal apapun yang Tuhan percayakan. Sebagai tambahan informasi sahabat, biasanya kata signifikansi barulah dipikirkan manusia saat seseorang memasuki tahap generatifitas vs stagnasi seperti yang dikemukakan oleh Erik Erikson yaitu saat seseorang berusia 50 tahun (middle adult). Tetapi karena kita mengetahui kebenaran dan isi hati Tuhan bahwa Tuhan tidak hanya menginginkan kita menjadi sukses tetapi DIA mau kita menetapkan suatu tujuan untuk menjadi pribadi yang signifikan (memberi dampak) bagi orang lain. Saat kita memutuskan untuk melakukakannya di usia kita yang masih muda ini, itulah yang dinamakan SUKSES MUDA. (MWG)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s