Miskomunikasi atau Kepahitan?


By: Rinardi (Grogol)

Matius 12:25-28

27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul…

Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Kita sering mendengar Beelzebul atau Beelzebub atau Beel-Zebub ( Hebrew: בְְבְז ַלַב ב) diartikan sebagai penghulu iblis, tapi ternyata jika diartikan dari bahasa aslinya berarti “lord of the flies” alias raja lalat. Di dalam perumpamaan Yesus Beelzebul dikaitkan dengan spirit perpecahan. Terus apa hubungannya si raja lalat dengan perpecahan ya?

Kalau kita pelajari ternyata lalat selain suka banget sama tempat sampah yang kotor dan bangkai, lalat juga suka banget sama yang namanya borok / luka yang menganga sebagai media dia untuk berkembang biak. Makannya ada produk namanya hansaplast kan buat supaya luka ga jadi borok.

Nah tidak hanya tubuh yang bisa terluka, tapi secara roh dan jiwa kitapun bisa mengalami namanya terluka dan sayangnya luka itu ga bisa keliatan dari luar kecuali ada keterbukaan. Menariknya si lalat (iblis) demen banget sama namanya luka yang ga ditutup! Dia akan buat luka itu menjadi borok dan media dia untuk bisa bekerja sehingga objek lama-lama menjadi MATI & MEMBUSUK!

Sadarkah kita bahwa ketika hati kita terluka maka itu akan menjadi pintu gerbang kehancuran hidup kita jika tidak dibereskan? Seringkali kita berpikir bahwa masalah hanya pada miss communication. Padalah miskomunikasi bukanlah akar dari rusaknya hubungan kita dengan sesama. Tapi akar dari kerusakan hubungan adalah luka kepahitan yang TIDAK DIBERESKAN.

Seringkali kita berusaha begitu keras untuk memperbaiki cara komunikasi kita kepada orang yang padanya kita menyimpan kepahitan dan seringkali ga berhasil kan?

Apa sih kunci supaya sembuh? Check this out  >>>

Ibrani 4:16

Sepahit apapun hati kita saat ini mari datang terlebih dulu ke takhta kasih karunia Tuhan untuk disembuhkan baru kemudian bereskan konflik dengan manusianya

So jika hati kita mulai ada “lecet” luka hati atau bahkan “borok” kepahitan udah bernanah dengan partner bisnis, rekan kerja (atasan or bawahan), rekan pelayanan atau bahkan mungkin keluarga kita, mari dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia yang menyembuhkan dan memampukan kita untuk mengasihi sama seperti Tuhan mengasihi.

One Reply to “Miskomunikasi atau Kepahitan?”

  1. Kadang-kadang saya juga suka ga sadar, kalo ternyata terlalu lama membiarkan luka-luka terbuka dengan lebarnya. Kadang saya menganggap lupa ini kecil dan lebih fokus untuk pengembangan diri yang lebih besar dampaknya, sampai suatu waktu luka ini infeksi dan jadi penghambat saya untuk melangkah. Saya ga bisa melangkah sebelum membereskan(membiarkan Tuhan menyembuhkan luka-luka lama)..
    Belajar untuk segera membereskan hal-hal kecil yang jadi luka dihidup saya lewat hubungan dengan Tuhan setiap hari dan setiap waktu yang saya miliki.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s