Mengajar Anak Mengelola Keuangan


By: Eko Kurniawan Soejono (Serpong)

Mungkin Anda sering mendengar ocehan orang tua jika malas bekerja dengan kata “Uang tidak mungkin jatuh dari langit”. Iya, hal tersebut sangat mustahil terwujud di dunia ini, dan hanya ada di cerita dongeng saja.

Lalu bagaimana cara menjelaskan kepada anak Anda jika anak Anda bertanya kenapa uang bisa keluar dari mesin ATM ?

Coba Anda ambil sedikit waktu untuk menjelaskan kepada anak bahwa mesin ATM itu seperti celengan.  Jelaskan bahwa di dalam mesin ATM itu ada uang yang bisa diambil hanya kalau kita mengisinya terlebih dahulu  dan kalau uang itu diambil maka jumlahnya akan berkurang.

Mengapa mengajar anak mengelola keuangan sangat penting ?

Karena kemampuan mengelola keuangan adalah sebuah life skill yang  sangat menentukan kesuksesan seseorang.

Tapi saya bukan orang tua yg punya latar belakang keuangan, mungkin kata seorang ibu.

Jangan khawatir, karena saat ini banyak bahan pengajaran keuangan sudah banyak dan mudah di dapatkan, yang kita perlukan adalah waktu dan komitmen

Mendidik anak tentang manajemen keuangan mulai dari yang paling sederhana. Bagaimana caranya?

 

  • Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Ajari anak Anda bahwa cara mendapatkan uang adalah dengan cara bekerja.

Beritahu kepada anak Anda bahwa uang itu milik Tuhan kita hanya pengelola. Ajari anak Anda untuk memberi kepada Tuhan dan berbagi dengan teman/keluarga yang sedang membutuhkan.

  • Tunjukkan Tempat kerja Anda

Anak Anda mungkin pernah mendengar kantor mama atau kantor papa, tapi mereka tidak tahu seperti apa tempatnya sampai mereka melihat sendiri dan melihat apa yang Anda lakukan setiap hari untuk mendapatkan uang.  Pada waktu libur sekolah yang lalu, saya mengajak anak kami ketempat kerja saya. Anak kami merasakan jarak menuju lokasi kerja tidak mudah dan melihat ruang kerja saya . Dan pada akhirnya anak kami belajar bahwa saya menghabiskan waktu di tempat kerja untuk mendapatkan uang bagi keluarga.

  • Bayar mereka kalau mereka membantu Anda

Walaupun Anda tidak seharusnya membayar anak Anda bila melakukan tugas rumah sehari-hari,

Anda bisa memberikan bonus bila mereka melakukan tugas tambahan (di luar kewajiban rumah mereka).

Dengan begitu, mereka akan punya gambaran tentang bekerja dan mendapat uang dalam dunia real sehari-hari.

Untuk mengisi waktu senggangya, anak kami pernah saya suruh untuk mencuci motor. Dan betapa senangnya ketika saya memberi uang bonus.

  • Berpikir sebelum mengeluarkan uang

Beri tahu anak Anda bahwa sebelum Anda mengeluarkan dompet dan uang, Anda harus berpikir dulu. Anda mungkin harus membuat budget dulu sebelumnya. Tentu saja penjelasan ini disesuaikan dengan usia anak.  Ajari mereka untuk mengutamakan memenuhi kebutuhan baru kalau ada sisa untuk keinginan.

Suatu hari anak kami minta aquarium, kemudian saya mengajukan pertanyaan, apakah itu kebutuhan atau keinginan, apakah aquarium harus di beli sekarang dan akhirnya kami memutuskan untuk menabung dahulu baru beli aquarium.

  • Membuat daftar belanja bersama

Anak-anak mungkin belum bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Oleh karena itu Anda yang harus mengenalkan konsep ini pada mereka.

Kami memulainya dengan kebutuhan sehari-harinya seperti odol shampo sabun mandi yang biasa digunakan anak.

  • Biarkan anak belanja sendiri

Ketika anak Anda memasuki usia pra-sekolah, Anda bisa mengajak mereka belanja dan berikan

dia uang secukupnya untuk membeli apa saja yang dia mau. Tapi Anda tetap punya hak veto untuk melarang atau mengizinkan dia membeli suatu barang tertentu.

Setelah membuat daftar belanjaan yang sudah kami sepakati, anak kami belanja sesuai dengan daftar yang ada. Kalau mereka ingin barang tertentu yang harganya di atas uang yang Anda berikan dan mereka minta uang tambahan, jangan diberi.

  • Berbagi rahasia belanja

Ajari anak Anda rahasia Anda ketika memilih barang, kenapa Anda memilih barang itu, apakah karena harganya, kualitasnya, atau karena ada diskon, dll.

Ketika anak kami minta pensil di supermarket, saya memberitahukan bahwa kalau beli alat tulis sekolah bukan di supermarket, kalau beli di toko alat tulis dekat sekolah, dapat barang yang bagus dengan harga yang lebih murah.

Mari secara konsisten kita libatkan anak kita ketika kita mengajarkan konsep keuangan.

Anak kita masih melakukan kesalahan ? lebih baik mereka membuat kesalahan keuangan sekarang, daripada ketika mereka sudah dewasa. Kita sedang mengajarkan kesadaran dan persiapan keuangan dalam diri anak kita, jadi ini butuh waktu dan usaha yang banyak.

Ayo, kita nikmati mengajar keuangan pada anak kita!

6 Replies to “Mengajar Anak Mengelola Keuangan”

  1. Keren bro, topik dan pembahasannya. Memang anak-anak perlu dididik tentang keuangan sejak dini. Sebuah hasil yg baik selalu dimulai dari awal yg baik serta proses yg baik. Tidak ada hasil yg instan, ini yg perlu diketahui oleh anak-anak kita.

    Mantap bro, JBU

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s